Minggu, 20 September 2015

Mengubah 12 VDC menjadi 220 VAC dengan Rangkaian Power Inverter 300 Watt

Rangkaian Power Inverter adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengubah sumber tegangan DC menjadi AC. Sumber tegangan DC umumnya didapat dari Aki 12V dan outputnya adalah AC 220V, yang nantinya dapat dipakai untuk mensuplai peralatan listrik umum yang menggunakan tegangan jala-jala PLN. Rangkaian power inverter ini masih menggunakan metoda modified sinewave sehingga belum bisa dipakai untuk mensuplai peralatan dengan beban motor induksi, misalnya kulkas, AC dan pompa air, namun bisa digunakan untuk beban seperti lampu, TV, komputer, charger hp, laptop, setrika, majic jar, solder dll.
Gambar Rangkaian Power Inverter
Prinsip Kerja Rangkaian
Rangkaian ini dibangun dari sebuah IC PWM controller SG3525 yang akan mengeluarkan pulsa PWM melalui pin Out_A dan Out_B. Pulsa ini akan menggerakkan rangkaian penguat push-pull transistor  Q1 dan Q2. Transformer akan menaikkan 12V AC menjadi 220V AC. IC PWM controller didukung oleh beberapa komponen pasif, R5 dan C1 berfungsi untuk membuat oscilator bekerja pada frekuensi 50Hz sama dengan frekuensi jala-jala PLN.

Minggu, 04 Mei 2014

Rangkaian Charger Aki Otomatis dengan Relay Pemutus

Rangkaian ini adalah rangkaian charger aki yang bekerja secara otomatis menggunakan relay sebagai saklar pemutus arusnya. Penggunaan relay pada rangkaian ini bertujuan supaya pada saat aki penuh rangkaian akan benar-benar terputus dengan sumber, alasan ini merupakan pertimbangan yang penting untuk penghematan energi, selain itu juga bertujuan untuk proteksi terhadap aki supaya umur pakainya lebih lama. 




Gambar Rangkaian Charger Relay

Prinsip Kerja Rangkaian
Rangkaian ini menggunakan prinsip kerja seperti sistem pompa otomatis pada tampungan/tandon air. Charger dianalogikan sebagai pompa air sedangkan aki adalah tampungan/tandon airnya. Mula-mula saat aki kosong maka charger akan mengisi aki sampai penuh, saat penuh maka charger akan mati. Saat aki dipakai dan tegangannya berkurang pada level tertentu maka charger akan menyala kembali, begitu seterusnya. Setingan level saat charger mulai menyala dan mulai mati dapat diset menggunakan potensiometer.

Sabtu, 14 April 2012

Rangkaian Alarm Rumah berteriak "Maling..!"

Berikut adalah rangkaian alarm pengaman rumah yang memanfaatkan perekam suara menggunakan IC ISD1420. Suara yang dipakai sebagai peringatan adalah putar ulang dari suara yang telah kita rekam sendiri sebelumnya. Suara yang direkam bisa berupa alarm kebakaran, alarm polisi dan yang lain ditambah dengan rekaman suara kita misalnya dengan kata kata "Awas ada maling !". Kemudian suara rekaman ini akan diputar berulang ulang untuk menandakan adanya kedatangan orang yang tidak diundang.

IC ISD1420 adalah IC yang berfungsi untuk merekam suara dengan durasi 20 detik, sedangkan tipe yang lain ISD2560 dapat merekam selama 1 menit. Suara ditangkap oleh mikrophone kemudian diubah menjadi sinyal listrik berupa sinyal audio analog, selanjutnya oleh ADC sinyal ini diubah menjadi digital,  sinyal digital disimpan ke dalam memori EPROM yang datanya tidak akan hilang walaupun catu daya dimatikan. Akhirnya data digital ini diubah kembali menjadi sinyal audio analog oleh DAC dan diubah menjadi suara oleh speaker. Ruang memori dan mode perekaman dapat kita akses melalui Pin A0-A9.


Untuk mengontrol IC ini bisa kita akses melalui pin Rec/Play, Start dan Stop. Untuk melalakukan perekaman, tombol Rec/Play dan start ditekan, untuk menghentikan perekaman tombol start dilepas. Untuk memutar rekaman kita tekan tombol start. Terdapat mode untuk melakukan pemutaran ulang otomatis.

Jumat, 16 Maret 2012

Rangkaian Emergency Lamp menggunakan LED

Rangkaian ini adalah contoh emergency lamp yang menggunakan high power LED sebagai lampunya. Penggunaan lampu led sebagai pengganti lampu pijar berdasarkan pada pertimbangan bahwa lampu led memiliki konsumsi daya yang lebih kecil sehingga durasi penyalaan lampu ini akan lebih lama.

Skema emergency lamp LED

Rangkaian dibangun dari tiga bagian, charger baterai, pendeteksi jala jala, dan rangkaian LED. Rangkaian charger baterai dibangun dari IC regulator LM 317 sebagai sumber teganan konstan, besarnya nilai tegangan dapat diatur dengan mengubah nilai VR1. Saat baterai telah terisi penuh maka tegangan baterai akan melampaui tegangan tembus ZD1, transistor T1 bekerja sbagai saklar otomatis untuk mematikan regulator saat baterai telah penuh.


Layout PCB emergency lamp
PCB Jadi

Rabu, 14 Maret 2012

Charger Baterai dengan Arus Konstan


Dengan rangkaian ini, baterai akan diisi dengan arus konstan yang umumnya sepersepuluh dari kapasitas baterai ampere-jam. Misalnya baterai 60AH, maka baterai akan diisi dengan arus konstan 6 Amper.
Rangkaian ini dibagi menjadi tiga bagian: sumber arus konstan, proteksi pengisian berlebih dan indikator tegangan baterai  terlalu rendah sebelum proses pengisian.

Rangkaian baterai charger arus konstan


Charger baterai memiliki beberapa fitur berikut:
  • Chaeger dapat mengisi 6V, baterai 9V dan 12V, dengan cara mengubah nilai-nilai dioda zener ZD1 dan ZD2.
  • Arus konstan dapat diatur sesuai dengan kapasitas baterai dengan menggunakan potmeter dan multimeter secara seri dengan baterai.
  • Setelah baterai terisi penuh, akan mencapai tingkat tegangan tertentu (misalnya 13.5-14.2V untuk baterai 12V), memberikan indikasi dan pengisi baterai otomatis akan mati. Anda tidak perlu melepas baterai dari sirkuit.
  • Jika daya baterai habis di bawah batas, akan memberikan indikasi pemakaian baterai berlebih.
  • Arus bocor kurang dari 5 mA dan sebagian besar disebabkan zeners.
  • Sumber tegangan DC (VCC) bisa bervariasi berkisar dari 9V ke 24V.
  • Terdapat proteksi hubung singkat. 
R2 dan T1 membatasi arus pengisian maksimal jika terjadi masalah atau terminal baterai hubung pendek. Untuk mengatur arus pengisian, setelah multimeter dihubungkan secara seri dengan baterai dan sumber, atur potmeter VR1 perlahan-lahan sampai arus pengisian yang diperlukan tercapai.

Sabtu, 10 Maret 2012

Teknik Cetak Jalur PCB menggunakan Dry Film Photoresist


Deskripsi:
Salah satu metode dalam membuat track PCB adalah dengan image photo transfer, dengan tehnik ini dapat menghasilkan jalur PCB yang maksimal dengan tingkat kesulitan yang  cukup tinggi hingga 0,254mm. Bahan yang digunakan adalah Dry Film Photoresist (Photo Sensitive Film), dalam metode ini diperlukan film negatif (kebalikan dari yang biasa dipakai untuk sablon) sebagai artwork (sarana image transfer). Dry Film memiliki beberapa keunggulan diantaranya:
*Melekat kuat di PCB sehingga tidak mudah putus saat proses etching
*Memilki ketelitian tinngi ( + 0,254mm)
*Contrast yang bagus
*Mudah distripping (dilunturkan)
*Bisa dipakai setelah PCB dibor (dengan cnc drill)
Ada beberapa tahapan dalam membuat jalur PCB dengan menggunakan Dry Film Photoresist yaitu: Pre-laminasi, Laminasi, Exposure (penyinaran),Post –exposure hold time (dibiarkan setelah di exposure), Development (pengembangan), Pre-etch drying (pengeringan), Etching, Stripping (dilunturkan), Finishing.

Dry Film

1. Pre- Laminasi
Dalam tahap ini PCB dibersihkan dengan menggunakan kertas gosok (halus) + air untuk PCB yang kondisi permukaanya kotor susah dihilangkan seperti berkarat, dapat juga menggunakan scotch brite untuk PCB yang tidak terlalu kotor, lalu bilas dengan air bersih.